Rabu, 11 Juni 2014

MEMAHAMI PRE TALK

Fernando Zulady Urmeneta, IBH Certified Instructor (11 Jun 2014)

Pada umumnya seseorang yang baru mempelajari Hypnosis mengalami kesulitan dalam mempraktekkan ilmu Hypnosisnya. Kesalahan yang umum dilakukan oleh para Praktisi Hypnosis adalah terlalu terburu-buru untuk melakukan Induksi Hypnosis. Dan banyak yang patah semangat karena sering menghadapi kegagalan.

Hal ini terjadi bukan karena tidak berbakat atau Hypnosis tidak bekerja. Tetapi karena tidak melakukan Pre Talk dengan baik. Apa itu Pre Talk? Pre Talk adalah sebuah hal terpenting dalam kegiatan Hypnosis karena Pre Talk akan menentukan keberhasilan/kegagalan sebuah proses Hypnosis.

Bagaimana melakukan Pre Talk dengan baik? Setidaknya ada 4 langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan Pre Talk dengan baik, yaitu:

1. Building Rapport: tahap ini dilakukan sejak pertama kali kontak dengan Klien, baik itu bertemu langsung maupun via telp. Berguna untuk menjalin kedekatan antara Praktisi Hypnosis dengan Klien, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan Klien kepada Praktisi Hypnosis. Teknik yang dapat digunakan antara lain: Matching & Mirroring, Komentar Non Leading, Eye Alignment, Breathing, dll.

2. Allaying Fears: tahap ini berguna untuk menyingkirkan semua ketakutan/kekhawatiran Klien terhadap proses Hypnosis. Biasanya berkaitan dengan miskonsepsi yang beredar di masyarakat. Dengan menyingkirkan semua ketakutan/kekhawatiran Klien terhadap Hypnosis, akan meningkatkan peluang keberhasilan proses Hypnosis itu sendiri.

3. Building Mental Expectancy: tahap ini dilakukan untuk membangun harapan mental Klien terhadap proses Hypnosis. Gali sebanyak mungkin apa yang Klien harapkan dari proses Hypnosis yang akan dijalaninya.

4. Gathering Information: tahap ini dilakukan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai Klien dan permasalahannya. Seperti kapan masalahnya mulai ada, situasi keluarga, penyakit fisik yang mungkin dimiliki Klien, potensi Abreaksi, dll.

Itu tadi beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Praktisi Hypnosis, terutama pemula, agar dapat meningkatkan keberhasilan proses Hypnosis. Semoga bermanfaat.

Salam Hypnosis,
Fernando Zulady Urmeneta CHt.
http://www.ibhcenter.org/id/artikel/memahami-pre-talk_602

MEMAHAMI FENOMENA KESURUPAN

Fernando Zulady Urmeneta, IBH Certified Instructor (11 Jun 2014)

Beberapa waktu belakangan ini fenomena kesurupan sering terjadi di masyarakat Indonesia. Beberapa orang mengatakan bahwa kesurupan adalah masuknya makhluk gaib (jin) ke dalam tubuh seseorang dikarenakan jiwa orang yang bersangkutan lemah.

Tentunya setiap orang akan berbeda-beda pendapat dalam memahami fenomena kesurupan ini. Bagi praktisi metafisika dan supranatural, kesurupan dipandang sebagai gangguan makhluk gaib atau jin.

Sebagai orang yang memiliki latar belakang pendidikan Psikologi dan Hypnotherapy, tentunya saya lebih memilih memandang fenomena kesurupan dari sudut pandang keilmuan yang saya miliki.

Dalam ilmu Psikologi, kesurupan dipahami sebagai salah satu bentuk Hysteria. Secara sederhana, kesurupan dapat terjadi karena Pikiran Bawah Sadar (Subconscious Mind) seseorang tidak mampu lagi menahan Suppressed Material yang ada.

Apa itu Suppressed Material? Suppressed Material adalah segala bentuk emosi, pikiran, tindakan, dll yang tidak dapat diungkapkan oleh Pikiran Sadar (Conscious Mind), karena takut atau dianggap bertentangan dengan norma sosial, moral, agama, budaya, dsb.

Bagaimana Suppressed Material bisa terbentuk? Dalam pandangan Psikoanalisa, setiap organisme memiliki mekanisme pertahanan diri (Defense Mechanism). Salah satu bentuk dari mekanisme pertahanan diri ini adalah Repressed atau dalam bahasa awam disebut memendam perasaan. Banyak orang yang berpikir jika dipendam maka emosi, perasaan, dll tersebut akan hilang dengan sendirinya. Hal-hal tersebut memang luput dari pantauan Pikiran Sadar, namun tetap tersimpan dalam Pikiran Bawah Sadar.

Saat Suppressed Material sudah tidak dapat ditoleransi oleh Pikiran Bawah Sadar dan dapat membahayakan, maka Pikiran Bawah Sadar kembali melakukan mekanisme pertahanan dengan mengeluarkan semua Suppressed Material tersebut. Sehingga terjadilah kesurupan.

Jika tidak ada kaitannya dengan makhluk gaib, mengapa orang yang kesurupan seperti memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda? Inilah uniknya Pikiran Bawah Sadar. Sigmund Freud mengatakan, "Jika suatu emosi atau perasaan dipendam secara terus menerus, maka suatu saat ia akan keluar dalam bentuknya yang terburuk." Saat mengeluarkan Suppressed Material, Pikiran Bawah Sadar akan membentuk Parts Personality yang "lebih kuat" karena kepribadian utama dianggap tidak mampu untuk mengungkapkan Suppressed Material tersebut. Oleh karena itu, orang yang kesurupan terlihat seperti berganti kepribadian.

Sekali lagi ini adalah pandangan pribadi saya terhadap fenomena kesurupan.

Fernando Zulady Urmeneta CHt.

http://www.ibhcenter.org/id/artikel/memahami-fenomena-kesurupan_601

Jumat, 06 Juni 2014

HALUSINASI

Ondi, IBH Certified Instructor (16 Apr 2014)


Halusinasi Positif adalah Kondisi dimana pancaindra mempersepsikan sesuatu itu ada, padahal sebenarnya itu tidak ada.

Halusinasi Negatif adalah kondisi bila sesuatu itu ada namun pancaindra mempersepsikan tidak ada.

Halusinasi terbagi atas:
1. Halusinasi Visual (penglihatan)
Contoh :Halusinasi Positif : Melihat hantu atau mahluk halus atau apa saja padahal tidak ada.
Contoh : Halusinasi Negatif : Seseorang mencari dan tidak bisa menemukan kunci atau benda tertentu padahal kunci atau benda tersebut ada didepan matanya.

2. Halusinasi Auditori (pendengaran)
Contoh :Halusinasi Positif :Mendengar suara manusia atau hewan atau apa saja padahal tidak ada stimulus suara.

Contoh :Halusinasi Negatif :Tidak bisa mendengar suara manusia atau hewan atau apa saja padahal stimulus suaranya ada.

3. Halusinasi olfaktori (Penciuman )
4. Halusinasi Gustatori (Pengecapan atau rasa )
5. Halusinasi taktil (sentuhan dan perabaan)
6. Halusinasi kinestetik (gerakan)

Prinsip halusinasi positif dan negatif yang sama berlaku bagi indra lainnya.

Penyebab :
  • Sakit dengan panas tinggi
  • Gangguan jiwa/skizofrenia
  • Mengkonsumsi narkoba
  • Mengkonsumsi Alkohol diatas 35 %
  • Trauma yang berlebihan

http://www.ibhcenter.org/id/artikel/halusinasi_594


POTENSI KEKUATAN PIKIRAN

Happy Pian, SH, IBH Certified Instructor (10 Apr 2014)

Tanpa kita sadari, sesungguhnya kita memiliki semua kekuatan yang ada dalam diri kita untuk menyelesaikan semua masalah kehidupan. kekuatan pikiran adalah kekuatan yang sangat Luar Biasa Dahsyat, mampu merobohkan tembok yang sangat besar, mampu menghancurkan gunung yang tinggi. tentu anda akan berfikir bagaimana cara melakukannya, ya tentu saja dengan "berfikir" gedung yang tinggi, mobil yang mewah, itu semua adalah hasil dari focus kekuatan pikiran seseorang. Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa. kekuatan terbesar itu ada pada pikiran manusia. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, alasannya karena kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu, tidak mau keluar dari kotak yang selama ini telah membelenggu pikiran kita. kesibukan kerja sehari-hari membuat seseorang tanpa sadar sebenarnya telah membunuh potensi dirinya. kesibukan dengan teman-teman yang tanpa anda sadar sebenarnya mereka sama sekali tidak mendukung perjuangan hidup anda, bahkan mereka sama sekali tidak peduli, tapi anda menghabiskan waktu bersama mereka. dan ini adalah pembunuhan karakter sukses diri anda sendiri. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.Oleh karena itu memiliki target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melakukan sebuah tindakan. Apalagi jika diyakini dengan kuat target tersebut akan cepat tercapai, dan diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.Hebatnya, setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan dengan cara berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, kehidupan nyata yang sebenarnya anda inginkan, dan yang lebih penting adalah kebebasan untuk berfikir serta bertindak menurut kemauan anda sendiri. dimana kita berhasil mencapai target yang telah kita susun dan dambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar luar biasa dalam pikiran bawah sadarnya. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dirangsang atau dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu dengan cara autosuggestion dan visualization.

Autosuggestion

Keinginan dan cita-cita kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang tertanam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dan dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa karena sudah terekamnya sugesty positip dalam pikiran bawah sadar. Keinginan yang sangat besar yang terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang disebut autosuggestion.

Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan membawa gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk maupun baik. tanpa disadari niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.

Karena sering dilakukan secara berulang-ulang dan rutin maka autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock) . Suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar, lalu pikiran bawah sadar itupun memacu semangat dan memunculkan energi, energi itulah yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.

Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh bagi orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.

Cara merangsang autosuggestion, yaitu;

Positive : Pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.
Powerful : Lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
Precise : Keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.
Present Tense: Dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.
Personal : Lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.

Visualization
Bila kita menginginkan sesuatu maka secara otomatis pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang kita dambakan. Karya- karya yang lua bisa maha dahsyat dan spektakuler di dunia ini semua karena berawal dari memvisualisasikan impian terlebih dahulu.


Pikiran memiliki kekuatan seperti angin, ia tidak terlihat tapi anda bisa merasakan efeknya – Seth Jane Robert.
Semua sumber daya yang kita perlukan ada dalam pikiran kita – Theodore Rosevelt
Ketahuilah apa yang Anda lakukan, cintai apa yang Anda lakukan, dan yakinlah pada yang Anda lakukan – Tung Desem Waringin
menurut saya sendiri, kekuatan pikiran bawah sadar adalah sumber daya yang luar biasa sebagai jembatan meraih kesuksesan – Guntur Edi Wibowo


Sesuatu yang selalu divisualisasikan akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu munculah kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.

Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besarnya kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa besarnya potensi diri kita untuk mencapai impian-impian yang sangat kita dambakan. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan sebuah impian, yaitu:

Mendefinisikan impian
Menentukan target waktu
Melakukan berulang-ulang


Begitulah kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu. “Jauh di dalam diri manusia, berdiamlah kekuatan yang sedang tidur,kekuatan yang akan mempesona,yang tidak pernah diimpikan, kekuatan yang akan merevolusinya, jika dibangkitkan,dan diwujudkan dalam tindakan dan Kuasai pikiranmu, kamu akan dapat melakukan apapun yang kamu inginkan dengan pikiran tersebut”


http://www.ibhcenter.org/id/artikel/potensi-kekuatan-pikiran_593

Manfaat hypnosis Untuk kesehatan

Firdaus Nur Ilman, IBH Certified Instructor (08 Apr 2014)

Banyak orang menganggap hipnosis dekat dengan kejahatan (gendam), atau hiburan televisi ala Uya Kuya dan Romy Rafael (hipnotisme). Padahal, hipnosis sudah sejak lama bisa digunakan untuk terapeutik atau pengobatan, dikenal dengan istilah hipnoterapi. Pengobatan ini memanfaatkan dan mengolah kekuatan pikiran untuk kesembuhan. Hipnosis juga merupakan teknik yang cukup kontroversial yang bisa digunakan untuk membantu menyembuhkan masalah kesehatan seseorang. Diantaranya :

· Mengontrol stres
Salah satu manfaat melakukan hipnosis adalah mengontrol stres. Sebab melalui hipnosis, seseorang bisa 'dibujuk' agar bisa belajar untuk lebih santai dalam menghadapi masalahnya.

· Berhenti merokok
Salah satu kebiasaan buruk ini juga bisa dihilangkan dengan hipnosis. Sebab banyak pula orang yang ingin hidup sehat namun kesulitan jika harus menghentikan kebiasaan merokoknya.

· Mengatasi insomnia
Stres sering membuat seseorang sulit tidur dan menderita insomnia. Sehingga ketika bangun, tubuh malah semakin lemas dan stres. Namun dengan hipnosis, masalah insomnia bisa diatasi.

· Mengobati disfungsi seksual
Manfaat hipnosis berikutnya yang jarang diketahui adalah mengobati disfungsi seksual (misalnya sulit orgasme, sulit terangsang, atau sulit bergairah).

· Menurunkan berat badan
Salah satu teknik spesial hipnosis adalah memengaruhi seseorang agar tidak terlalu emosional ketika makan. Sehingga seseorang tersebut tidak akan makan berlebihan dan mampu menurunkan berat badan.

· Meredakan nyeri
Salah satu manfaat hipnosis yang tak kalah penting adalah membantu seseorang menahan rasa sakitnya. Jika digabungkan dengan konsumsi obat-obatan, seorang pasien pun dipercaya bisa sembuh lebih cepat dari penyakit yang dideritanya.

· Anastesi
Hypnosis sering digunakan oleh prktisi-priktisi hypnosis yang bergelut dalam bidang hypnosis, hypnosis dapat membuat kulit menjadi tidak sakit saat nyeri. Meskipun hal ini sudah sejak perang dunia kedua sering digunakan tentara amerika untuk menghilangkan rasa sakit saat mereka kehabisan obat anti nyeri

· Melahirkan dengan menyenangkan (Hypnobrting)
Di hypnosis Memiliki juga mempunyai manfaat bisa membuat ib melahirkan tanpa rasa sakit (mengasikkan). Dengan sugesti-sugesti positif atau memberikan dapat membuat si ibu dapat melahirkan dengan nyaman dengan teknik hypnobreting


Itulah beberapa kelebihan dari hypnosis yang bisanya, di kembangkan oleh para paktisi untuk memperoleh manfaat yang lebih dari teknik-teknik hypnosis. Banyak karena persepsi-persepsi negative tentang hypnosis orang malah cenderung menghindari manfaat besar dari hypnosis.


http://www.ibhcenter.org/id/artikel/manfaat-hypnosis-untuk-kesehatan_591

Rasa Cemas dan Solusinya

Ahmad Muhibbuddin, S.Fil.I, IBH Certified Instructor (28 Mar 2014)

Rasa cemas (anxiety) merupakan salah satu bentuk ketagangan emosi yang muncul sebagai akibat adanya konflik emosi internal dengan penyebab yang tidak jelas. Keadaan ini berbeda dengan rasa takut (fear) dimana penyebabnya dapat diindentifikasikan dengan jelas dan bila faktor penyebabnya dapat dihilangkan maka rasa takutnya hilang. Rasa cemas umumnya berbentuk sebagai sindroma stress yang berkepanjangan dan suka sekali mengindentifikasikan faktor penyebabnya dengan batas yang jelas dan ada yang menduga bahwa penyebabnya mungkin berhubungan dengan kelainan fungsi neurotransmitter otak tertentu atau adanya aktivitas yang berlebihan dan bias dari pusat emosi di otak.

Diantara rasa cemas dan stress terdapat hubungan yang sangat erat tetapi sukar menebak mana yang datang lebih dahulu. Oleh karena itu, fenomena hubungan rasa cemas dan stress perlu dikaji lebih mendalam dan menarik untuk ditelitik agar dapat dipecahkan solusinya dengan tepat. Rasa cemas dapat diartikan sebagai suatu rentang yang luas yang mengenai rasa keprihatinan dan rasa hati yang menakutkan yang membuat orang berada dalam suatu lingkup stress yang berkepanjangan.

Rasa cemas atau kecemasan biasanya berhubuangan dengan fenomena spesifik tenang masalah kehidupan seseorang dan masalah ini datangnya bertubi-tubi dan tidak mendapatkan penyelesaian dengan baik sehingga muncul sterss yang berkepanjangan dan tidak terselesaikan. Rasa cemas ini dapat berlangsung dengan kesadaran diri atau sebaliknya. Komplikasi rasa cemas yang berkepanjangan dapat timbulkan kelainan fisik tertentu, seperti sakit tukak lambung, hipertensi, kelainan jantung koroner dan sebainya.

Bentuk klinis psikologis rasa cemas dapat berupa “Rasa cemas bebas” yang dapat mengenai kehidupan orang seperti setiap pagi orang harus naik bus umum atau mikrolet dengan tepat waktu agar dapat sampai ditempat kerja tepat waktu juga, seseorang wanita yang telah berusia 35 tahun belum mendapatkan jodoh yang sesuai atau wanita yang sudah menikah lebih dari lima tahun belum dapat hamil sesuai dengan yang dikehendakinya. Rasa cemas ini dapat dipahami apa yang menjadi penyebabnya sehingga dapat dicarikan solusinya dengan sebaik-baiknya. Terapinya adalah psikonalisa untuk mendekatkan masalahnya dengan realitas kehidupan yang ada. Rasa cemas bebas yang disertai munculnya gejala fisik tertentu seperti rasa gemetar, berkeringat pada telapak tangan dan kaki, rasa berdebar-debar didaerah dada, sesak napas atau asthma maka keadaan ini perlu dikonsultasikan ke dokter untu mendapatkan perawatan dan pengobatan yang diperlukan.

Selain itu terapi rasa cemas dapat mengetrapklan pola pengobatan, misalnya (1) pengobatan perilaku tingkah laku (behavior therapy), (2) manajemen terapi yaitu dengan mengatur jadwal latihan untuk mengatasi rasa cemas, (3) melaksanakan terapi relaksasi atau hypnotherapy dan kongnis, (4) terapi alternatif yaitu melakukan usaha-usaha meditasi sufistik, dzikir, puasa, sholat dan membersihkan diri dari larangan Tuhan dan RosulNya dan (5) terapi kombinasi diantara poin 1 sampai dengan poin 4.


http://www.ibhcenter.org/id/artikel/rasa-cemas-dan-solusinya_588

Dongeng Terapeutik untuk membangun sikap dan perilaku Anak

Aris Budiman M.Pd, IBH Certified Instructor (17 Feb 2014)

Dongeng Terapeutik bekerja berdasarkan metode hipnotherapy.
Ada empat tahapan utama yaitu :

A. Tahap Pengkondisian (Prainduksi) dengan melakukan :
1. Penyiapan kondisi fisiologi yang berkaitan dengan kondisi fisik anak yang harus dalam kondisi fit atau sehat.
2. Menyiapkan kondisi psikologis yang berkaitan dengan kenyamanan anak, terbebas dari rasa takut, tertekan, ragu, malas, bingung dan sebagainya
3. Menyiapkan Lingkungan yang kondusif, hendaknya dilakukan di ruangan tersendiri agar tidak terganggu oleh stimulus Visual, auditori, kinestetik.

B. Tahap Induksi melalui metode relaksasi
Dengan membacakan dongeng, dengan senantiasa memperhatikan ekspresi wajah anak apakah yang ersangkutan serius mendengarkan dongeng. jika terlihat masih main-main maka kita dapat mengingatkannya dengan lembut, misalnya " Nak dapat mendengarkan dongeng ini dengan serius dengan tenang. terus pantau fokus anak sehingga anak memasuki kondisi hypnotic.

C. Tahap Sugestiugesti positif dalam proses ini diberikan dalam bentuk dongeng sehingga sugesti lebih mudah masuk dalam pikiran bawah sadar.

D. Tahap terminasi dengan membangunkan anak dala kondisi hipnotic dan membuat kesan yang menyenangkan, terasa enak, segar dan nyaman sehingga anak mau melakukan proses hipnostherapy kembali.

http://www.ibhcenter.org/id/artikel/dongeng-terapeutik-untuk-membangun-sikap-dan-perilaku-anak_587

Senin, 02 Juni 2014

Gangguan identitas disosiatif

Gangguan identitas disosiatif (dahulu dikenal sebagai gangguan kepribadian majemuk) adalah gangguan jiwa yang berasal dari akibat sampingan dari trauma parah pada masa kanak-kanak (bahasa Inggris:childhood umur 3 -11 tahun) dan remaja (bahasa Inggris:adolesence umur 12 -18 tahun).
Individu biasanya mengalami pengalaman traumatis yang cukup ekstrem dan terjadi berulang kali yang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Masing-masing individu dengan ingatan sendiri, kepercayaan, perilaku, pola pikir, serta cara melihat lingkungan dan diri mereka sendiri.Setidaknya dua kepribadian ini secara berulang memegang kendali penuh atas tubuh si individu.

Kriteria diagnosis 

Terdapat empat kriteria untuk mendiagnosis gangguan identitas disosiatif pada seseorang, yakni:

  1. Kehadiran dua atau lebih kepribadian. 
  2. Kepribadian tersebut dapat mengendalikan perilaku.
  3. Ketidak-mampuan untuk mengingat informasi penting yang melebihi kelupaan pada normalnya.
  4. Gangguan bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat atau kondisi medis umum.

Tanda dan gejala

Penderita gangguan identitas disosiatif memiliki gejala-gejalan sebagai berikut:

1. Depersonalisasi dan derealisasi 

Penderita mengalami perasaan tidak nyata, merasa terpisah dari diri sendiri baik secara fisik maupun mental. Penderita merasa seperti mengamati dirinya sendiri, seolah-olah mereka sedang menonton diri mereka dalam sebuah film. Penderita merasa tidak mendiami tubuh mereka sendiri dan menganggap diri sebagai orang yang asing atau tidak nyata.

2. Mengalami distorsi waktu, amnesia, dan penyimpangan waktu

Penderita kerap kali mengalami kehilangan waktu, dimana kadang-kadang mereka menemukan sesuatu yang tidak diketahuinya, ataupun tersadar disuatu tempat yang tidak dikenal, sementara mereka tidak sadar kapan pergi ketempat itu.

3. Sakit kepala dan keinginan bunuh diri

Penderita seringkali merasa sakit kepala, dan mendengar banyak suara-suara dikepalanya (mirip dengan gejala skizofrenia). Beberapa kepribadian mendorongnya untuk melakukan bunuh diri.

4. Fluktuasi tingkat kemampuan dan gambaran diri

Berubah-ubahnya kondisi penderita terjadi saat satu kepribadian bertukar dengan kepribadian lain. Misalnya, saat kepribadian A muncul, maka kepribadian tersebut adalah kepribadian yang mempunyai kemampuan berhitung yang bagus. Sementara saat kepribadian lain muncul, kemampuan kepribadian A pun menghilang. Jadi, kemampuannya berubah tergantung dari kepribadian mana yang muncul. Begitu juga dengan gambaran dirinya, berfluktuasi sesuai kehadiran setiap kepribadian.

5. Perilaku menyakiti diri sendiri

6. Kecemasan dan depresi

Individu umumnya mengalami kecemasan dan depresi karena berulang kali mengalami hal-hal yang tidak diingatnya.

 

Diagnosis

Membuat diagnosis untuk gangguan identitas disosiatif tidaklah mudah dan memakan waktu yang lama. Diagnosis bisa dilakukan dengan wawancara terstruktur dan melalui beragam tes psikologi.

 

Wawancara Klinis Terstruktur

Wawancara Klinis Terstruktur (bahasa Inggris: Structured Clinical Interview for DSM-IV (SCID-D)).[Metode wawancaranya pun telah memiliki panduan, yaitu menggunakan Diagnosis dan Penjadwalan Wawancara Terstruktur untuk Penderita Gangguan Identitas Disosiatif (bahasa Inggris: Diagnosis dan Dissociative Disorders Interview Schedule (DDIS)).
Sebuah tes sederhana dianggap tetap valid untuk melakukan diagnosis yang dinamakan Pengukuran Kejadian Disosiatif pada Penderita (bahasa Inggris: Dissociative Experience Scale (DES)). Diagnosis harus dilakukan oleh psikiater atau psikolog yang berkompeten dan bersertifikat.
Terkadang kesalahan sering terjadi karena gangguan kepribadian disosiatif kerap kali mirip dan/atau hadir dengan gangguan lainnya seperti disosiatif amnesia, depresi, kecemasan, atau gangguan panik. Karena itu faktor komorbiditas perlu diawasi dengan teliti agar tidak terjadi diagnostik yang salah, terutama salah membandingkannya dengan skizofrenia.

 

Panduan diagnosis

Berbagai panduan diagnosis dari gangguan identitas disosiatif bisa dilihat pada:
  • ICD-10 dengan kode F44.9
  • DSM-IV TR dengan kode 300.14
  • PPDGJ III dengan kode F60.2 

 

Sejarah

Istilah gangguan identitas disosiatif merupakan sebuah istilah baru, dahulu gangguan ini dikenal dengan gangguan kepribadian majemuk ataupun banyak yang menyebutnya kepribadian ganda, istilah ini lalu diperkenalkan pada tahun 1987.
Pada abad ke-18, keahlian para dukun untuk berubah menjadi roh binatang ataupun peristiwa kerasukan dianggap sebagai fenomena seseorang yang mempunyai kepribadian ganda.
Kasus Eberhardt Gmelin (1791) dianggap sebagai kasus kepribadian ganda pertama yang dilaporkan, walaupun sebelumnya pernah terjadi peristiwa amnesia yang menyerupai gejala kepribadian ganda yang dilaporkan pada tahun 1664.
Pada tahun 1812, Benjamin Rush, yang juga dijuluki sebagai Bapak Psikiatri Amerika, mengoleksi kasus-kasus gangguan disosiatif dan kepribadian ganda. Dia menulis buku psikiatri pertama tentang gangguan kepribadian ganda berjudul "Pertanyaan Medis dan Pengamatan dari Penyakit Kejiwaan" (asli dalam bahasa Inggris: "Medical Inquiries and Observations Upon Disesases of the Mind"), teorinya mengatakan bahwa gangguan kepribadian ganda terjadi karena kerusakan hubungan pada 2 hemisper otak.
Pada akhir abad ke-19, Eugene Azam, seorang profesor bedah tertarik pada hipnosis, menerbitkan sejumlah laporan tentang Felida X, Felida X lahir pada tahun 1843, kehilangan ayahnya pada masa bayi dan masa kanak-kanak hidup dengan pengalaman yang menyakitkan. Felida X memiliki 3 kepribadian dimana kepribadian 1 adalah kepribadian normalnya dan 2 lagi kepribadian lainnya yang abnormal. Pierre Janet melaporkan beberapa kasus kepribadian ganda pada akhir abad ke-19 dan abad ke-20 awal, seperti kasus Leonie, Lucie, Rose, Marie, dan Marceline.
Pada era 1880-1920, banyak konferensi medis internasional yang membahas tentang disosiasi. Jean-Martin Charcot memperkenalkan gagasannya tentang disosiatif, dia mengatakan bahwa "gegar" (shock) pada saraf mengakibatkan berbagai kondisi neurologis yang abnormal.
Kasus kepribadian ganda pertama yang pernah diselidiki secara ilmiah adalah kasus Clara Norton Fowler pada tahun 1906. Pada tahun 1987, istilah Gangguan Kepribadian Majemuk (Multiple Personality Disorder disingkat MPD) pada DSM II mulai digantikan menjadi Gangguan Disosiatif (Dissociative disorder) pada DSM III. Pada tahun 1989, Frank W. Putnam menerbitkan buku "Diagnosis and Treatment of Multiple Personality Disorder" dan pada tahun yang sama Colin A. Ross mencatat dan menerbitkan penelitian Gangguan Kepribadian Majemuk: Diagnosis, Ciri-ciri Klinis, dan Pengobatannya (judul asli dalam bahasa Inggris:"Multiple Personality Disorder: Diagnosis, Clinical Features, and Treatment".)
Era baru dimulai kembali pada tahun 1994 saat diterbitkannya DSM-IV gangguan ini berganti nama menjadi Gangguan Identitas Disosiatif (Dissociative Identity Disorder).
Di Indonesia istilah-istilah ini menjadi lebih dikenal semenjak diterbitkan buku yang diangkat dari kisah nyata dan menjadi banyak terjual (best-seller) pada tahun 2000an.
Buku yang bercerita tentang penderita-penderita gangguan identitas disosiatif diantaranya: Sybil, Karen, ,dan Billy.

 

Penyebab

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan identitas disosiatif, yaitu:
  • Kemampuan bawaan untuk memisahkan kepribadian dengan mudah.
  • Pelecehan seksual pada masa kecil yang berulang.
  • Kurangnya orang yang melindungi ataupun menghibur dari pengalaman buruk yang dialami.
  • Pengaruh dari anggota keluarga lain yang memiliki gangguan psikologis.
Penyebab utama gangguan identitas disosiatif sebenarnya adalah trauma berkepanjangan yang dialami pada masa kanak-kanak. Trauma tersebut terbentuk akibat beragam penyiksaan dan pelecehan, seperti: penyiksaan dan pelecehan seksual, kekerasan fisik, kekerasan secara psikologis, dan juga ritual-ritual aneh yang menyakiti sang korban (Satanic Ritual Abuse).

Teori Psikoanalisa

Menurut Teori Psikoanalisa oleh Sigmund Freud, trauma pada masa kanak-kanak adalah kejadian paling berpeluang mengakibatkan gangguan kepribadian seseorang. Pada masa kanak-kanak itulah kepribadian mulai berkembang dan terbentuk. Saat terjadi pengalaman buruk, pengalaman-pengalaman tersebut sebisa mungkin akan di tekan (repress) ke dalam alam bawah sadar. Namun ada beberapa kejadian yang benar-benar tidak bisa ditangani oleh penderita, sehingga memaksanya untuk menciptakan sosok pribadi lainnya yang mampu menghadapi situasi itu. Hal ini merupakan mekanisme pertahanan diri, suatu sistem yang terbentuk saat seseorang tidak bisa menghadapi sebuah kecemasan yang luar biasa. Kepribadian-kepribadian baru akan terus muncul apabila terjadi lagi suatu peristiwa yang tidak bisa teratasi. Munculnya kepribadian-kepribadian itu tergantung pada situasi yang dihadapi. Kepribadian aslinya cenderung tidak mengetahui keberadaan kepribadian lainnya, karena memang hal itu yang diinginkan, yaitu melupakan hal-hal yang telah diambil alih oleh kepribadian lainnya.

 

Pengobatan

Beberapa gejala gangguan identitas disosiatif mungkin akan muncul dan hilang secara fluktuatif, namun gangguannya sendiri akan terus ada. Pengobatan untuk gangguan ini terutama terdiri dari psikoterapi dan hipnosis.
Terapis berupaya mengungkap dan menemukan semua kepribadian yang terdapat dalam diri penderita dengan proses hipnosis. Pada saat terhipnosis dan individu masuk ke dalam kondisi ambang, terapis dapat memanggil/ bertemu dengan kepribadian-kepribadian lainnya. Memahami peran dan fungsi masing-masing kepribadian. Terapis akan berusaha untuk membangun hubungan yang baik dan efektif dengan setiap kepribadian dan berusaha untuk menjadi sosok yang dapat dipercaya dan memberikan perlindungan. Setelah mengetahui, memahami, dan memiliki hubungan yang baik dengan setiap kepribadian, proses selanjutnya adalah membuat kepribadian aslinya untuk bisa menerima dan membuka diri kepada kepribadian lainnya. Pada kebanyakan kasus yang terjadi kepribadian asli tidaklah sadar akan keberadaan sosok lain dalam dirinya. Namun, kepribadian-kepribadian lainnya sadar akan keberadaan sosok asli.
Lazimnya tujuan akhir terapi adalah untuk mengintegrasikan suatu kepribadian dimana hal ini berhasil untuk kasus Sybil dan Karen. 
Prosesnya berlangsung dengan menghipnosis individu untuk bisa menerima dan bersatu kembali dengan kepribadian lainnya. Proses ini tidak berjalan dengan mudah, karena setelah penyatuan tersebut individu biasanya akan merasakan kembali hal-hal yang dialami kepribadian lainnya, seperti pengalaman disakiti, dilecehkan, dan juga percobaan bunuh diri. Kembalinya ingatan tersebut membuat masalah baru bagi individu, dan membutuhkan penanganan lainnya. Namun, hal ini tidak berhasil untuk beberapa kasus. Banyak kasus berakhir tanpa penyembuhan. Obat-obatan medis seperti anti-depresan dan anti-psikotik juga kadang-kadang digunakan, untuk mengendalikan pikiran dan perasaan individu agar tetap pada kondisi normal.

 

Prognosis

Prognosis individu dengan gangguan identitas disosiatif tergantung pada gejala dan fitur yang mereka alami. Misalnya, orang yang memiliki tambahan gangguan kesehatan mental yang serius, seperti gangguan kepribadian, gangguan perasaan, gangguan makan, dan gangguan penyalahgunaan zat, memiliki prognosis yang lebih buruk. Sayangnya memang tidak ada penelitian sistematis jangka panjang yang menelitinya. Beberapa ahli percaya bahwa prognosis pemulihan sangat baik untuk anak-anak. Meskipun pengobatan membutuhkan beberapa tahun, sering pada akhirnya efektif. Walaupun dikembalikan lagi pada faktor pasien dan terapisnya. Secara umum memang diketahui bahwa semakin baik pengobatan, maka semakin baik juga prognosisnya.  Pasien mungkin mengalami gangguan dari gejala-gejalanya saat memasuki usia empat puluhan.  Stres atau penyalah-gunaan zat ??? juga berperan penting dalam kambuhnya simtom-simtom gangguan ini.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_identitas_disosiatif#cite_note-perkembangan-1