Fernando Zulady Urmeneta, IBH Certified Instructor (11 Jun 2014)
Beberapa waktu belakangan ini fenomena kesurupan sering terjadi di masyarakat Indonesia. Beberapa orang mengatakan bahwa kesurupan adalah masuknya makhluk gaib (jin) ke dalam tubuh seseorang dikarenakan jiwa orang yang bersangkutan lemah.Tentunya setiap orang akan berbeda-beda pendapat dalam memahami fenomena kesurupan ini. Bagi praktisi metafisika dan supranatural, kesurupan dipandang sebagai gangguan makhluk gaib atau jin.
Sebagai orang yang memiliki latar belakang pendidikan Psikologi dan Hypnotherapy, tentunya saya lebih memilih memandang fenomena kesurupan dari sudut pandang keilmuan yang saya miliki.
Dalam ilmu Psikologi, kesurupan dipahami sebagai salah satu bentuk Hysteria. Secara sederhana, kesurupan dapat terjadi karena Pikiran Bawah Sadar (Subconscious Mind) seseorang tidak mampu lagi menahan Suppressed Material yang ada.
Apa itu Suppressed Material? Suppressed Material adalah segala bentuk emosi, pikiran, tindakan, dll yang tidak dapat diungkapkan oleh Pikiran Sadar (Conscious Mind), karena takut atau dianggap bertentangan dengan norma sosial, moral, agama, budaya, dsb.
Bagaimana Suppressed Material bisa terbentuk? Dalam pandangan Psikoanalisa, setiap organisme memiliki mekanisme pertahanan diri (Defense Mechanism). Salah satu bentuk dari mekanisme pertahanan diri ini adalah Repressed atau dalam bahasa awam disebut memendam perasaan. Banyak orang yang berpikir jika dipendam maka emosi, perasaan, dll tersebut akan hilang dengan sendirinya. Hal-hal tersebut memang luput dari pantauan Pikiran Sadar, namun tetap tersimpan dalam Pikiran Bawah Sadar.
Saat Suppressed Material sudah tidak dapat ditoleransi oleh Pikiran Bawah Sadar dan dapat membahayakan, maka Pikiran Bawah Sadar kembali melakukan mekanisme pertahanan dengan mengeluarkan semua Suppressed Material tersebut. Sehingga terjadilah kesurupan.
Jika tidak ada kaitannya dengan makhluk gaib, mengapa orang yang kesurupan seperti memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda? Inilah uniknya Pikiran Bawah Sadar. Sigmund Freud mengatakan, "Jika suatu emosi atau perasaan dipendam secara terus menerus, maka suatu saat ia akan keluar dalam bentuknya yang terburuk." Saat mengeluarkan Suppressed Material, Pikiran Bawah Sadar akan membentuk Parts Personality yang "lebih kuat" karena kepribadian utama dianggap tidak mampu untuk mengungkapkan Suppressed Material tersebut. Oleh karena itu, orang yang kesurupan terlihat seperti berganti kepribadian.
Sekali lagi ini adalah pandangan pribadi saya terhadap fenomena kesurupan.
Fernando Zulady Urmeneta CHt.
http://www.ibhcenter.org/id/artikel/memahami-fenomena-kesurupan_601
Tidak ada komentar:
Posting Komentar